Selasa, 01 Agustus 2017

Ku simpan rindu - Giandra Gilang Panggaluh

Ku simpan Rindu
Oleh: Giandra Gilang Panggaluh

Hari itu ku memandang dunia
Berjalan diantara siang dan malam.
Diantara waktu ku memilih sepi.
Menerjang keramaian diantara terjalnya khayal.
Tak jarang gelap menyapu langkahku.
Hingga duka, mempertemukan kita.

Saat itu cahaya menyambutku.
Dengan kehangatan menemani sepiku.
Kau basuh letihku oleh senyummu.
Kusimpan senyum itu hingga menjadi rindu.
Ku simpan rindu itu hingga menyimpul cinta.

Hingga saat ini
Hanya kau yang berhak atas rinduku
Karena cinta ini berlabuh kepadamu
Tak ada yang bisa ku hindari darimu
Dan tak jarang ku takjub oleh senyummu.

Sering ku melawan,
Dan sering ku terjungkal menatapmu.
Adakah secuil rinduku berlabuh?
Ku tak berani berharap,
karena cinta itu besar jiwanya.
Dan merindu perih pengorbanannya.



(02.05.2017.Jombang)

Arus waktu - Giandra Gilang Panggaluh

Arus waktu bersamanya

Oleh: Giandra Gilang Panggaluh

Setidaknya waktu telah mempertemukannya
Mengaliri dahaga diwaktu muda
Bercengkrama didalam dunia fana
Menjadi kisah disetiap perjalanan bersamanya,
Dahulu arusnya deras memberi warna
Berseri-seri membawa angan penuh melodi
Dan entah kenapa, arus beranjak pergi
Usai kini terlepas segalanya
Hingga tak ingin ku menyisakan setitik warna.

Biarkan semuanya mengalir
Seperti halnya waktu itu aku berjumpa
Sesekali terbendung akan melukai diantaranya
Dan kinipun, ku biarkan tetap mengalir
Meskipun harus terhapus bayangannya
Karena tak sekalipun aku sanggup membendung takdirnya.
Dan kini izinkan aku beranjak.

Asap putih - Giandra Gilang Panggaluh

Asap Putih
Oleh: Giandra Gilang Panggaluh

Ketika cahaya dibungkam
Dan bintang-bintang berjatuhan
Saat itu gunung-gunung terguling
Tak ada satupun yang dapat menghindar.

Ketika aku terbangun bersama asap putih.
Api-api bertebaran merobek hati
Dan kutemui dua jalan;
Ada rindu serta dusta.

Kemana aku akan pergi
Kepada rindu akan kujumpai cinta
Kepada dusta kan kutemui fana.
Namun ku tak sanggup menghendaki keduanya
Kecuali rindu itu memanggil namaku.

Ohh rindu panggil aku.
Oh rindu izinkan aku menyentuh cintamu.
Izinkan cinta itu tumbuh subur ditaman hatiku.
Hijau royo-royo...

Ohh rindu jangan tinggalkan aku.
Sungguh ketir jiwaku tanpa kasihmu
Seonggok badan yang penuh luka
Tak apalah raga ini hangus terbakar derita.
Asal rindu hidup didalam hatiku
Bersama Indonesia dan dwiwarna diatasnya.
(13.05.2017/Jombang)